SELAMAT DATANG DI DARKASYI SMUR

search

Sabtu, 05 Maret 2011

Demonstrasi SMUR Menentang Capres-cawapres Neolib

Banda Aceh– Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR) Aceh mengklaim, di Indonesia dampak buruk penerapan neoliberalisme benar-benar terasa mengerikan bagi 230 juta penduduk. Dengan neoliberalisme, kehidupan ekonomi sepenuhnya ditentukan oleh pasar, dimana keputusan-keputusan dan kepentingan kolektif disubordinasikan dibawah para oligharki pemilik perusahaan multinasional. 
Kecaman-kecaman tersebut disampaikan oleh SMUR dalam aksi demontrasi yang dilakukan Rabu pagi (1/7) di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh. Dalam aksi yang diikuti sekitar 30-an orang, peserta membawa berbagai karton anti neolib, bendera organisasi dan bernyanyi-nyanyi lagu perjuangan rakyat.
Dalam orasinya, Ketua SMUR, Heri Mulyandi, mengatakan menolak watak pemerintahan yang pro neoliberalisme. “Kepada para capres anti neolib buat program-program kerakyatan yang memenuhi kebutuhan dasar rakyat,”serunya.
Kepada masyarakat Aceh SMUR menyerukan untuk segera meninggalkan capres dan cawapres yang pro neolib, serunya kembali.
Para orator tampak bersemangat melakukan orasi di tengah panas terik dan dikepung puluhan polisi yang mengamankan aksi. Berbagai kecaman ditujukan kepada pemerintah yang berkuasa saat ini seperti “Pemerintah yang bodoh dan tolol”, “Indonesia tidak pernah merasakan merdeka” dan sebagainya.
Peserta unjuk rasa berkali-kali meneriakan “Hidup Rakyat” dan berusaha maju ke tengah jalan sehingga menghambat arus lalu lintas. Polisi pun bertindak sigap dengan meminta para demonstran mundur kembali ke  bundaran agar arus lalu lintas bisa lancar kembali. 
Di tengah-tengah aksi, seorang wanita pengendara sepeda motor diseruduk dari belakang oleh sebuah mobil saat arus kendaraan melambat. Untung saja insiden ini tidak mengakibatkan kerusakan dikedua belah pihak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar