REULEUT- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) Reuleut, Aceh Utara, menggelar aksi demo dan menduduki Biro Rektoral setempat, Senin (16/11).
Para pendemo juga menilai Unimal tempat mereka menimba ilmu pengetahuan, sangat bobrok dan tidak transparasi dalam pengelolaan manajamen.
Aksi yang digelar tersebut, menjadi pusat perhatian kalangan mahasiswa lainnya, pihak dosen dan pihak direktorat. Bahkan, untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan, Unimal meminta bantuan personil polisi dari Polresta Lhokseumawe, untuk pengamanan dilokasi aksi demo.
Juru bicara Front Mahasiswa Unimal, Isbahanur yang didampingi Koordinator Aksi, Darkasyi, kepada Rakyat Aceh, kemarin, mengatakan, aksi tersebut dimaksudkan agar pengelolaan kampus Unimal lebih jelas dan transparansi.
“Kami menilai selama ini, proses biokrasi di Unimal berbelit-belit dan harus direformasikan secara jelas serta terang-terangan. Gelar profesor statusnya bagaimana, kualitas tenaga pengajar tidak profesional,” ucap Isbahanur.
Tidak hanya itu, kata dia, pengutipan uang pengembangan jurusan bisnis senilai Rp 1 juta dari mahasiswa jurusan Bisnis sebagai syarat pendaftaran ulang tidak jelas. Kemudian, mekanisme DO mahasiswa, karena selama ini mahasiswa diancam-ancam untuk DO.
Selanjutnya, penyalahgunaan keuangan di Unimal dan mendesak Mendinkas, kedepan Rektor Unimal minimal harus ada gelar S3, mendesak pihak rektor agar mengembalikan aktifitas perkuliahan dari kampus Bukit Indah ke kampus Unimal Reuleut. “Juga terhadap kejelasan Fakultas Hukum dan Fakultas Fisip,” ucap dia, seraya menambahkan, masalah transparansi anggaran pelaksanaan MTQ pada beberapa bulan lalu dan LPJ Rektor Unimal yang berakhir masa tugasnya untuk dapat disampaikan secara terang-terangan.
Sebut Isbahanur, apabila tuntutan mereka tidak direspon selama satu Minggu maka pihaknya akan menduduki kampus dan melakukan mogok makan serta tetap menduduki Biro Rektorat. “Meminta pihak Biro Rektorat ada meminta 5 perwakilan mahasiswa sebagai delegasi, untuk membicarakan masalah tersebut. Namun kami tidak mau jika 5 orang diizinkan masuk,” imbuhnya.
Tampung Tuntutan Mahasiswa
Menyikapi hal tersebut, Kepala Kehumasan Unimal, Reuleut, Aceh Utara, M. Husen, MR, SP, MA, saat dikonfirmasi wartawan koran ini, mengatakan, pihaknya akan membicarakan dengan Rektor Unimal terkait tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa.
“Karena semua persoalan itu dapat diselesaikan dengan baik, jadi kita bicarakan dulu dengan pak Rektor untuk mencari jalan keluar,” imbuhnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar