SELAMAT DATANG DI DARKASYI SMUR

search

Selasa, 10 Mei 2011

Produksi Migas Aceh Turun 20 Persen per Tahun

Banda Aceh | Harian Aceh – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf mengungkapkan, dalam empat tahun terakhir, produksi minyak dan gas (Migas) Aceh terus mengalami penurunan hingga mencapai 20 persen per tahun. Sementara sumbangan migas terhadap Produk Domestik Regional Brutto (PDRB) Aceh yang dulu mencapai 40 persen, kini hanya tinggal 12 persen.
“Dalam berbagai kesempatan, saya selalu mengingatkan, untuk membangun Aceh ke depan kita tidak bisa lagi sepenuhnya mengandalkan hasil migas. Kejayaan Aceh bersama migas adalah cerita masa lalu,” kata Irwandi Yusuf, Selasa (10/5).
Irwandi menyatakan, untuk mengatasi penurunan produksi migas itu, tidak ada pilihan lain, Aceh harus fokus pada sektor non migas dengan melihat potensi yang ada, peluang untuk bangkit dari sektor non migas ini sangat terbuka lebar. “Produksi non migas Aceh meningkat hingga 8 persen setiap tahunnya dan akan meningkat terus jika potensi yang ada dimanfaatkan dengan baik,” katanya.
Dia mengatakan, sektor non migas yang menjadi andalan Aceh antara lain pertanian, perkebunan, perikanan, dan berbagi industri kerajinan masyarakat. Pemerintah Aceh pun sangat mendukung, jika industri pengolahan non migas ini terus ditingkatkan, sehingga Aceh tidak hanya mengekspor bahan mentah, tapi juga bisa mengolahnya menjadi bahan jadi. “Semangat menggairahkan sektor non migas ini secara diam-diam sebenarnya sudah mulai tumbuh di kalangan masyarakat,” kata dia.
“Barangkali tidak banyak yang tahu kalau ada sebuah home industri di Aceh Besar yang sudah mengekspor tas bordir dan tikar ke Amerika Serikat. Usaha peci Riman yang berkembang tradisional di Bireuen, juga sudah melakukan ekspor ke negara ASEAN. Bahkan, ada produk Aceh yang digunakan untuk kepentingan militer dan dieskpor ke luar negeri,” pungkasnya.(bay)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar